Scroll untuk baca artikel
NasionalPendidikan

Perilaku Bermasalah Diredam dengan Perdes

42
×

Perilaku Bermasalah Diredam dengan Perdes

Sebarkan artikel ini

Bertempat di aula Laboratium Diseminasi Pertanian Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, sejumlah masyarakat yang terdiri dari Kepala desa, BPD, dan jaringan masyarakat mengikuti Workshop Penyusunan Tools/Metode Peraturan Desa. Peserta berasal dari berbagai desa yang ada di Kabupaten Kupang diantaranya, Desa Oebelo, Desa Oefafi, Desa Sillu, Desa Noelmina, Desa Oenuntono, Desa Kairane, Desa Tesbatan, Desa Oelomin, Jarpuk Ina Fo’a, dan Increase Kupang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Koordinator Bengkel APPeK NTT Tarsianus Tani. Dalam sambutannya, Tarsi berharap agar Workshop ini dapat memberikan manfaat kepada peserta dan setelah kembali dari kegiatan ini dapat menerapkannya di desa. Kegiatan yang berlangsung 2 hari dari tanggal 1 sampai 2 Mei 2013 ini difasilitasi oleh direktur PAR (Pusat Advokasi Rakyat) NTT, Patje Saubaki, SH dan di dukung oleh Bengkel APPeK NTT bekerjasama dengan  AusAID. 

Workshop yang mengambil tema Mewujudkan Tata Kelola Desa (TKLD) Menuju Desa Contoh Akhir Tahun 2013 ini bertujuan untuk menciptakan pemahaman bersama tentang perumusan Perdes yang partispatif di Desa. Pajte Saubaki, SH dalam fasilitasinya mengatakan bahwa peraturan itu dibuat untuk menyelesaikan penyebab masalah, bukan dampak dari sebuah masalah. “Jadi yang harus kita lakukan adalah selesaikan penyebab masalah dan perilaku bermasalah yang ada di desa dengan membuat perdes, dengan catatan bahwa perilaku bermasalah itu sudah terjadi berulang-ulang dan merugikan banyak orang” kata Saubaki. 

Mama Melianita Adoe dari Desa Oebelo, ketika ditemui Kupang-Online disela-sela kegiatan workshop tersebut mengatakan bahwa; apa yang telah didapatnya di workshop ini dapat diterapkan didesa bersama tokoh masyarakat, pemerintah desa dan tokoh agama serta masyarakat  untuk dapat merancang Perdes dengan metode yang sudah didapat dari workshop ini. Hal senada dikatakan oleh Thomas Bana dari Desa Taloitan Kecamatan Nekamese. “Whorkshop ini jadi Motivasi bagi kami untuk diimplementasikan di Desa. Karena selama ini kami kesulitan dalam menyusun Perdes karena jarang didampingi dalam penyusunan Perdes” kata Thomas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *